Partisipasi KJRI Hamburg pada Karnaval Kota Braunschweig

Pada tanggal 3 Maret 2019, KJRI Hamburg telah berpartisipasi pada acara “the 41st of Braunschweig Carnaval Parade” di kota Braunschweig, Niedersachsen. karnaval merupakan tradisi masyarakat Eropa yang dirayakan untuk menyambut masa puasa umat Katolik, yang dimulai 40 hari sebelum hari Raya Paskah. Oleh karenanya, perayaan karnaval di Jerman dilaksanakan pada bulan Februari atau bulan Maret setiap tahunnya.

Meski pendaftaran untuk ikut serta pada acara karnaval tersebut telah berakhir September 2018, panitia penyelenggara menyambut baik permintaan KJRI Hamburg untuk berpartisipasi pada ‘Karnaval Parade 2019’. Hai ini tidak terlepas dengan adanya hubungan sister city Braunschweig -Bandung dan hubungan baik KJRI Hamburg dengan pemerintah setempat dan Deutsch-Indonesische Gesellschaft Niedersachsen e. V. (Lembaga Persahabatan Jerman – lndonesia).

Carnaval diawali dengan resepsi yang dihadiri oleh sekitar 700 tamu undangan maupun sebagian partisipan karnaval. Pada sambutannya, Ketua panitia karnaval, Bernd Ratayczak menyampaikan bahwa Kota Braunschweig merayakan karnaval sejak tahun 1293. Namun dalam bentuk parade mulai diadakan sejak tahun 1979.

Karnaval  Parade  di  kota  Braunschweig  (Jerman  Utara)   dinamakan “Schoduvef“ merupakan Karnaval ke-4 terbesar setelah kota Köln dan Düsseldorf (Jerman Barat) dan kota Mainz (Jerman Selatan). Ratayczak juga memberikan apresiasi kepada beberapa negara, termasuk Indonesia yang ikut berpartisipasi pada acara karnaval.

Carnaval Parade 2019 diikuti sekitar 5000 partisipan yang terbagi dalam 364 group baik yang berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan hias sepanjang 6 kilometer di tengah kota Braunschweig. Peserta meliputi kelompok/group karnaval, kelompok olahraga, music, berbagai produk dan budaya dari Braunschweig, dan kota-kota disekitarnya, termasuk para pengusaha, Angkatan Laut Jerman, serta beberapa negara yang memiliki sister city dengan kota Braunschweig, antara lain Indonesia, Tunisia, Amerika Serikat dan China. Jumlah penonton yang hadir diperkirakan berjumlah sekitar 200.000 ribu orang.

Dengan keterbatasan jumlah peserta yang disetujui oleh panitia karnaval, Indonesia menampilkan sepasang pelajar yang menggunakan pakaian adat Aceh. Namun demikian, Indonesia berhasil diwawancarai oleh wartawan NDR (Norddeutscher Rundfunk) yang menyiarkan berita tersebut secara live streaming melalui tv dan radio setempat di wilayah Jerman Utara. Pertanyaannya bersifat umum mengenai kondisi umum masyarakat Indonesia, destinasi pariwisata dan budaya Indonesia.

Liputan Karnaval di TV NDR

Liputan karnaval Braunschweig dapat dilihat pada link TV NDR: (mulai 02:03:29)

https://www.ndr.de/fernsehen/Braunschweig-laesst-es-krachen-beim-Schoduvel,karneval2268.html

Related Posts